what are you looking for?

Sabtu, 14 Januari 2017

The Great Wall, Legenda Lain Megahnya Tembok Cina

Great Wall of China (atau yang kita kenal sebagai Tembok Besar Cina) merupakan serangkaian benteng yang terbuat dari batu, kayu dan bahan lain, umumnya dibangun di sepanjang jalur timur ke barat melintasi perbatasan utara untuk melindungi kerajaan dan negara Cina terhadap serangan dan invasi dari berbagai kelompok nomaden Eurasia, khususnya bangsa Mongol. Meskipun hal ini tergolong lumrah bagi kalangan ilmuwan, beberapa kisah mistis yang menyelimuti terbentuknya benteng ini masih menjadi tanda tanya besar. Hollywood yang dengan bangga membuat sebuah film yang didedikasikan agar masyarakat modern mengetahui sisi lain dari maksud pembuatannya. Entah pula kisah mistis ini sesuai fakta atau memang hanya pemanis agar menambah harga jual.
(mengandung spoiler)

credit by Google

Dari official trailer The Great Wall terlihat Matt Damon dan temannya terlibat atau lebih tepatnya tak sengaja berada dalam aksi peperangan bangsa Cina. Matt yang mengaku hanya ingin berdagang mau tak mau membantu bangsa Cina agar apa yang diingankan tercapai. Belakangan Matt hanya ingin mencari bubuk hitam yang berkekuatan luar biasa. Meskipun demikian inti dari keseluruhan cerita bisa ditebak yaitu berkutat pada ras manusia melawan makhluk aneh dibalik megahnya Tembok Cina, antara bangsa Cina melawan monster-monster hijau jelek, bukannya melawan bangsa Mongol seperti legenda yang kita ketahui.


Credit by Youtube

Willian Garin dan Pero Tovar berkelana bersama ketiga yang lain melintasi padang gurun. Perjalanan panjang mencari bubuk hitam. Perjalanan mereka tidaklah mudah karena masih harus menghindari serangan dari bangsa lain. Bangsa Mongol yang jaman itu masih terbilang primitif akan melakukan apapun agar bisa mendapatkan makanan. Berlindunglah keempatnya suatu malam di pinggir tebing. Tanpa disadari bahaya lain mulai mengancam, ketiga teman mereka menghilang. Menunggu pagi, Will dan Tovar segera pergi tanpa peringatan.
Masih dikejar-kejar bangsa Mongol, Will dan Tovar tiba di depan sebuah benteng yang menjulang tinggi mengangkasa menghalangi pegunungan. Yap Tembok Cina yang biasa kita sebut. Mereka ditawan sebagai orang tak dikenal. Belum sempat merenggangkan tubuh, timbul perlawanan dengan segerombol monster aneh. Monster-monster ini banyaknya tak terhingga dan dikomandoi oleh seorang ratu. Lama saling serang, mendadak monster-monster berhenti. Monster-monster kembali ke sarang mereka, Will dicap sebagai pahlawan karena turut andil membantu.
Semua jendral dan panglima mengundang makan malam bersama. Disambut layaknya pahlawan membuat Will dan Tovar hampir lupa apa yang keduanya cari. Merasa diingatkan oleh Sir Ballard yang juga memiliki tujuan sama hampir membuat keduanya bimbang. Tovar yang masih ingin mencari bubuk hitam bersekongkol dengan Ballard kabur dan mencuri persediaan bubuk hitam di benteng. Will yang pikirannya terbuka setelah mendengarkan legenda tentang raja yang tamak bersedia tetap di benteng dan membantu lainnya melawan monster.
Belakangan monster-monster hijau ini disebut Taotie, membunuh jendral Shao dalam gerakan cepat dalam suatu malam. Sebelum meninggal, Shao mengangkat Lin Mae, panglima terkuat sebagai penggantinya. Kabar bagus bagi Will yang ternyata dia memiliki hubungan baik dengan Lin dari awal bertemu. Will yang membuktikan kesetiaan akan ucapannya berencana mengambil seekor Taotie untuk dicari kelemahannya. Belakangan diketahui kelemahan mereka berasal dari batu magnet hitam yang ada padanya.
Tak lama Will dinyatakan bersalah karena Tovar dan Ballard kabur. Dia dijebloskan ke dalam penjara. Blum habis sampai disini, Wang sebagai ahli strategi menemukan jika Taotie membuat lubang dibawah benteng yang akan menembus langsung ke ibukota. Banyak jendral dan panglima menaiki balon udara agar dapat memperlambat Taotie tiba. Will dengan rasa kasihan dari Wang dibebaskan untuk diperbolehkan ikut serta menaiki balon udara bersama.
Taotie tiba terlebih dahulu di ibukota Bianliang. Para pasukan balon udara mencoba membunuh sebanyak-banyaknya. Meskipun bertarung dengan gigih, jumlah mereka berbanding terbalik dengan jumlah Taotie yang ada. Banyak pasukan yang mati terjatuh dari balon udara, diterkam Taotie atau meledak di dalam balon udara. Lin Mae yang sudah hampir menyerah diselamatkan Will dan Wang. Ketiganya menemui Kaisar di istana.

credit by Google

Di tempat lain, Tovar dikhianati oleh Ballard dengan melarikan hasil curian bubuk hitam yang dibawa mereka berdua. Tovar ditangkap para prajurit benteng, sedangkan Ballard mati setelah bubuk hitam curiannya meledak di tangan bangsa Mongol.
Kaisar menyetujui untuk menggunakan Taotie yang ditawan di istana sebagai umpan membunuh si ratu. Dengan dibawa melewati ruang bawah tanah, Taotie ini sudah diikatkan bubuk hitam dan diberikan makanan sebanyak-banyaknya, kemudian dia dibiarkan kabur menemui si ratu. Wang melakukan sebuah pengorbanan besar. Will dan Lin mencoba hingga tiga kali sampai akhirnya berhasil membunuh si ratu Taotie. Film berakhir dengan lumpuhnya semua Taotie akibat kematian si ratu, dibebaskannya Tovar dari tahanan serta perginya Will dan Tovar menuju utara.


credit by Google

Trivia
  • Tembok Besar Cina yang dikenal dalam legenda dibangun untuk menghalangi Bangsa Mongol untuk menyerang kerajaan Cina, dengan panjang 8.850 mil yang diselesaikan dalam waktu 1700 tahun. Sisi lain dari pembuatannya ternyata untuk melindungi kerajaan Cina dari serangan makhluk bernama Taotie.
  • Willian Garin dan Pero Tovar disebut sebagai seseorang dari barat yang berkelana mencari bubuk hitam yang melegenda. Bubuk ini memiliki kekuatan mengubah udara menjadi api. Bubuk hitam ini mungkin lebih kita kenal sekarang dengan bubuk mesiu.
  • Pasukan-pasukan di benteng memiliki warna-warna yang berbeda sebagai identitas mereka masing-masing. The Eagle Corps atau pasukan berwarna merah spesialis pemanah, The Tiger Corps atau pasukan berwarna kuning spesialis dalam menembakan roket dan ketapel perang. The Deer Corps atau pasukan berwarna ungu bertugas melindungi benteng. The Bear Corps atau pasukan berwarna hitam tergabung dalam pasukan bunuh diri infanteri darat. The Crane Corps atau pasukan yang semuanya perempuan berwarna biru spesialis dalam melompati benteng untuk bertugas mengenyahkan musuh jarak dekat.
  • Pemimpin seluruh kesatuan prajurit di benteng adalah Jendral Shao yang juga memimpin langsung The Bear Corps. Sedangkan The Eagle Corps dikomandoi oleh komandan Chen, The Tiger Corps dikomandoi oleh komandan Wu, The Deer Corps dikomandoi oleh komandan Deng dan terakhir The Crane Corps dikomandoi oleh komandan Lin Mae. Belakangan setelah kematian Jendral Shao, Lin Mae menggantikannya untuk memimpin seluruh pasukan.
  • Taotie digambarkan sebagai makhuk atau monster hijau yang memiliki rahang lebar dan mata yang berada pada pundaknya. Ratu Taotie dan si pejantan digambarkan mengalami evolusi lebih baik dengan memiliki mata yang mulai normal dan juga memiliki kantung disekitar lehernya, mirip-mirip Dilophosaurus gitulah. Sang ratu biasa dilindungi si pejantan selagi dia makan hasil kiriman dari anak-anaknya agar dapat selalu berkembang biak. Taotie memakan daging apapun untuk dapat hidup bahkan memakan sesama mereka yang mati sekalipun.
  • Legenda tentang Taotie adalah hidupnya seorang raja pada zaman kerajaan Cina di masa lampau yang memiliki banyak keserakahan. Si raja dan anak buahnya tinggal di gunung Gowoo dalam waktu lama dan terasing dari dunia luar. Konon pula di gunung Gowoo, si raja melakukan ritual yang mengubah dia dan anak buahnya menjadi makhluk hijau menyeramkan Taotie. Kelemahan mereka adalah batu magnet hitam yang berada pada gerbang Hansha.
  • Saat Will dan Tovar ditahan dipinggir benteng ketika Taotie menyerang, diperkenalkan Ballard dan Peng Yong. Ballard ini seorang dari Eropa yang telah 20 tahun mencari bubuk hitam dan tinggal di benteng akibat rahasia bubuk hitam yang tidak boleh tersebar sampai ke luar. Peng Yong anggota The Bear Corps yang mulanya amat canggung namun rela mati berkorban melindungi Will, Lin dan Wang di ruang bawah tanah. Ballard sendiri juga mati karena meledaknya bubuk hitam di tangan bangsa Monggol.
  • Ahli strategi Wang berada di benteng untuk membantu Jendral Shao melindungi benteng. Di akhir film dirinya rela mati diserang Taotie untuk melindungi Will dan Lin dalam usaha mengenyahkan si ratu .
  • Will dan Lin berencana membunuh ratu Taotie dengan menggunakan umpan Taotie yang berada di istana Kaisar. Membuatnya seakan-akan mengirimkan makanan ke si ratu dengan sudah diikatnya beberapa bubuk hitam di tubuhnya. Setelah melakukan percobaan hingga tiga kali, mereka berhasil menenbakkan tombak api dan memancing bubuk hitam meledakkan si ratu dan seluruh pejantannya.
  • Jendral Shao mengangkat Lin Mae sebagai penggantinya dengan diberikan juga gelar bangsawan The Nameless Order (Orde Tanpa Nama).
  • Ibukota Cina dan letak istana Kaisar berada di Bianliang.
  • Taotie kembali sadar dari biusan batu magnet hitam pada jarak 2,74 meter seperti yang dikatakan sang Kaisar.
  • Akhir film sesudah seluruh Taotie lumpuh akibat matinya sang ratu, Lin Mae dinobatkan menjadi Jendral bagian barat laut. Will atas pilihan dari Kaisar alih-alih diberi bubuk hitam sebanyak-banyaknya, dia lebih memilih membebaskan Tovar dari penjara. Will dan Tovar kemudian kembali ke barat.
credit by Google

Grade :
OutstandingExceeds ExpectationsAcceptable - Poor - Dreadful - Troll

Hampir akan memberi applause terbaik, namun ada plot hole yang belum bisa diterima. Dari awal film memang sudah terlihat Cina sekali, belum-belum udah muncul aja bahasa Cina lol. Aksi seru mulai ditampilkan bahkan di adegan pembuka. Pasukan-pasukan benteng yang terorganisir dan dibuat warna-warni lebih memanjakan mata. Taotie yang dapet banget kesan menyeramkannya. Aksi-aksi
The Crane Corps yang semuanya perempuan tapi lebih perkasa dari semua pasukan laki-lakinya. Detail-detail kerajaan Cina-nya oke juga. Matt Damon sebagai Willian Garin mainnya oke, Andy Lau sebagai ahli strategi Wang juga terlihat damai, terakhir si Jing Tiang sebagai Lin Mae cantiknya...
Ada bagian-bagian yang membuat gue bertanya-tanya setelah keluar dari gedung bioskop. Kaisarnya mati atau masih hidup? Untung hal ini terjawab karena Will berkata dia diperbolehkan di akhir oleh Kaisar memilih antara bubuk hitam atau temannya. Pelataran istana di porak-porandakan Taotie tapi si Kaisar gak dijelasin diserang atau gak. Juga mubazir amat pasukan sebanyak itu di benteng gak semua aja pergi ke ibukota? Toh Wang juga bilang benteng sudah menyerah. Satu lagi, gue hampir gak setuju sama strategi yang digunakan Lin Mae dalam melawan Taotie. Dia lebih suka para prajurit bunuh diri, sedangkan strategi Jendral Shao lebih elegan dengan banyak penggunaan senjata daripada kehilangan banyak prajurit.
Well, secara keseluruhan The Great Wall ini okelah. Gak sia-sia gue nurutin perintah manager sendiri.


Next :  La La Land

1 komentar:

  1. 🔱WAKANDATOTO🔱
    ♠ BANDAR TOGEL TERPERCAYA DAN AMAN 💯♠
    JP BERAPAPUN DI BAYAR
    ♠BO BONAFIT♠

    🔜Di Lengkapi Aplikasi BBFS 7 DIGIT🆗
    🔜Diskon Pembelian Terbesar
    ➖2D 29%
    ➖3D 59%
    ➖4D 65%

    ➖ MINIMAL BET 100
    ➖ Minimal DEPO : 10.000
    ➖ Minimal WD : 50.000
    ➖ Minimal Betting : 100 / line
    ➖ Line Invest : 35 Line
    ➖ Bonus Referral 2% (Seumur Hidup )
    ➖ CashBack / Minggu
    ➖ BBFS 7 DIGIT

    ✳ HADIAH ✳
    4D di X 3.000✔
    3D di X 400✔
    2D di X 70✔

    https://www.facebook.com/groups/659390757776446/
    PIN BBM : WAKATOTO
    Whatsapp: +855 96 250 8220
    Line : WAKANDATOTO

    Bandar Togel uang Asli

    Agen Togel Uang Asli

    Link Alternatif Wakandatoto

    Togel Pasaran Makati

    Toto Uang asli

    BalasHapus

time flight