what are you looking for?

Sabtu, 11 Maret 2017

Kong: Skull Island, Legenda Hidup yang Kembali Bereksistensi

Inilah kali kedelapan kita menyaksikan King Kong dalam layar lebar, dan dia masih saja terlihat tidak menyenangkan. Kong: Skull Island adalah film yang enak dipandang, penuh dengan aksi menawan yang membuatnya dapat disebut prekuel dari kedelapan film-film King Kong sebelumnya. Bersetting tahun 1973, filmnya terpaku pada masa perang dingin. Sekumpulan ilmuwan yang merasa penting dibiayai perjalanannya oleh pemerintah, diantarkan menuju apa yang mereka inginkan bersama tentara Amerika, dan dipandu oleh penjelajah asal Inggris serta jurnalis foto untuk mengeksplorasi pulau misterius di selatan Pasifik.
Memasuki pulau yang disebut Skull Island, tim besar ini menjelajahi kengerian pulau yang tidak pernah sekalipun terjamah  manusia luar. Mengeksplorasi banyak-kehidupan-besar lain yang bagi kita penontonnya seperti contoh spesies laba-laba rakasasa dapat dikategorikan sebagai mimpi buruk seburuk-buruknya.
(mengandung spoiler)

credit by Google

Dunia memasuki masa perang dingin. Perlombaan senjata mulai digencarkan. Kemajuan teknologi menuntut dua negara peseteru, Amerika dan Uni Soviet saling mengadu siapa dari keduanya yang lebih hebat. Amerika mulai mengirim manusia-manusia pertama menuju Bulan. Puncaknya, Presiden Amerika saat itu, Richard Nixon mengumumkan akhir dari Perang Vietnam.
Kemajuan teknologi juga memungkinkan terciptanya satelit luar angkasa yang diluncurkan guna melakukan pemetaan seluruh daratan Bumi. William 'Bill' Randa, ilmuwan dari badan pemerintahan, Monarch dan partnernya, Houston Brooks mengadakan pertemuan dengan pejabat Gedung Putih. Bill memperlihatkan tampilan citra dari satelit dimana terdapat sebuah pulau yang tak terdata di selatan Samudera Pasifik. Keduanya meminta ijin untuk menjelajahi pulau tersebut. Setelah diskusi panjang, proposal diterima. Namun Bill dan Brooks tidak ingin pergi sendiri.

credit by Youtube

Adegan bergulir ke Hanoi, tempat Letnan Preston Packard berada. Packard adalah pemimpin skuadron yang ditugaskan di Vietnam yang ditanya pihak Gedung Putih apakah dirinya ingin bergabung dalam sebuah misi lain. Secara serta merta dirinya menerima. Para tentara perang Vietnam anak buahnya yang sedang berkemas kembali dalam mode siaga. Di lain hal, Bill merekrut seorang mantan tentara Inggris bernama James Conrad untuk memimpin tim ekpedisi. Turut pula Mason Weaver sebagai jurnalis foto anti perang tergabung ke dalam tim.
Tim ekspedisi menggunakan helikopter untuk memasuki wilayah pulau, yang kemudian disebut Skull Island. Awalnya Packard melakukan tes ledakan yang dikoordinir Brooks, namun efek samping dari aktivitas ini langsung terlihat jelas. Segera saja sesosok besar spesies primata mengamuk. Kong si primata menghancur-leburkan helikopter milik semua anggota tim. Kejadian ini mengakibatkan Packard kehilangan beberapa anggota timnya. Conrad, Weaver dan beberapa orang dari Monarch berkelompok bersama. Di sisi lain pulau, Conrad dan anak-anak buahnya yang masih hidup menjelajahi kebenaran tentang Kong dan seluruh isi pulau.
Packard menanyai Bill tentang apa yang terjadi. Bill mengungkap afiliasi organisasi rahasia Monarch dan tujuan terbentuknya untuk mendapatkan bukti-bukti keberadaan mahkluk-mahkluk mengerikan yang dianggap mitos oleh sejarah. Sebenarnya hal ini hampir tak dapat diterima. Packard dapat memakluminya. Dirinya dan tentara-tentara yang selamat menguburkan yang mati dan mulai mencari sisa anggota tim ekspedisi lain.
Lain tempat, Conrad, Weaver beserta seorang ahli Biologi, San Lin, tentara lain, Reg Slivko, pekerja Monarch, Victor Nieves dan Brooks berkelana memasuki hutan. Bukan hanya suasana hutan menyeramkan yang menyelimuti mereka, namun seketika mereka diserbu penduduk asli Skull Island. Dalam pengawasan suku Iwis, kelimanya ditawan dan dipertemukan dengan Hank Marlow. Hank di sini semula merupakan pilot pesawat tempur Amerika yang karena suatu hal terdampar di pulau.
Singkat kata tim Packard dan tim Conrad bertemu di pinggir sungai. Keseluruhan tim bersatu mencari tangan kanan dari Packard bernama Chapman yang berada di tempat jatuhnya pesawat pembawa senjata. Menjelajah keseluruhan tim memasuki wilayah terlarang. Marlow sendiri berkata banyak bahaya di tempat ini. Skullcrawler, makhluk legenda tandingan Kong menampakkan diri untuk pertama kalinya. Banyak anggota tim mati satu persatu. Packard yang dilanda haus kemenangan secara serta merta menyalahkan Kong atas semua kejadian ini.
Tim Packard berpisah lagi dengan tim Conrad. Packard mengintruksikan anak buahnya agar membuat jebakan untuk Kong. Di danau tengah hutan, Kong yang terjebak terbakar habis-habidasan. Skullcrawler dewasa keluar dari lubang dari zona terlarang dan menyerang Kong yang setengah pingsan. Pertarungan Kong melawan Skullcrawler dewasa terjadi. Packard mati dalam kejadian ini. Tim Conrad dan para tentara sepakat membantu Kong agar dapat mengalahkan Skullcrawler. Weaver memancing Skullcrawler dengan suar, Conrad dan lainnya menghujaninya dengan tembakan, juga San Lin dan Brooks menembaki menggunakan senjata dari perahu buatan mereka. Skullcrawler berhasil dikalahkan dengan Kong yang menghancurkan tubuhnya.
Anggota tim yang tersisa menuju arah utara dan diselamatkan oleh helikopter penyelamat. Kong yang merasa berterima kasih melihat mereka pergi dari kejauhan.

credit by Yahoo

Trivia

  • Adegan awal film diperlihatkan dua orang yang sedang berseteru di atas tebing. Tiba-tiba terjadi guncangan hebat dan muncullah Kong untuk pertama kalinya. Salah satu dari dua orang di atas adalah Hank Marlow.
  • James Conrad mulanya menjabat sebagai captain tentara Angkatan Udara Inggris dalam perang Vietnam. Kini dirinya pensiun dan menetap di Vietnam.
  • Mason Weaver seorang jurnalistik foto anti-perang yang sebenarnya bekerja untuk pemetaan geografi daerah tertentu. Dirinya ingin turut serta tatkala bosan dengan kegiatannya sehari-hari. Agak modus juga kerena dia ingin sekali memenangkan sebuah anugerah kehormatan. Memiliki hubungan khusus dengan Kong. Brie Larson sang pemeran terkenal dalam perannya di 21 Jump Street yang di tahun 2019 akan memerankan tokoh Captain Marvel dalam installment Marvel Cinematic Universe.
  • Preston Packard merupakan tokoh paling berkelas sepanjang film ini. Dirinya dapat membuat kita terlihat menyakinkan dengan jabatannya perpangkat letnan suatu skuadron. Apa pun yang dia mau seperti hampir semua harus terlaksana. Percampuran sifat egois dan tenggang rasa membuat anak buahnya menuruti apapun perintahnya, sekalipun harus berburu dan membunuh Kong. Packard mulanya kecewa karena pemerintah Amerika menyudahi perang Vietnam, dirinya tak sanggup menerima kemenangan tanpa dirinya sendiri turun ke medan perang. Samuel L. Jackson sukses memainkan perannya.
  • Hank Marlow, seorang pilot eksentrik Infanteri 45 skuadron pemburu Amerika yang telah 28 tahun 11 bulan dan 8 minggu terdampar di Skull Island selama perang dunia ke-II. Dia banyak tahu seluk beluk pulau, mulai dari kegiatan suku Iwis yang berteman baik dengannya, sampai banyak-kehidupan-besar lain.
  • Kong dianggap sebagai dewa oleh suku Iwis di Skull Island. Kong selalu membantu mereka dalam mengenyahkan monster kadal raksasa, Skullcrawler yang selalu membunuhi binatang ataupun orang-orang suku Iwis. Hank Marlow berkata jika Kong mati, maka seluruh pulau akan berakhir. Skullcrawler paling besar akan keluar dari lubang yang susah untuk dikalahkan.
  • Brooks adalah orang yang mengagas "Hollow Earth Theory", yaitu teori tentang Bumi yang memiliki lubang di suatu tempat. Dinyana didalam lubang itu terdapat makhluk yang hidup didasar inti Bumi, yang suatu saat akan keluar dan merusak kehidupan makhluk di permukaan Bumi.
  • Banyak-kehidupan-besar lain di Skull Island antara lain banteng besar yang memiliki tanduk sepanjang-panjangnya, laba-laba raksasa berkaki rapuh, belalang yang seluruh tubuhnya menyerupai kulit kayu dan juga gurita raksasa sebesar tubuh Kong
  • Bill Randa mati dimakan oleh Skullcrawler saat memasuki wilayah terlarang.
  • Tangan kanan Packard, Jack Chapman mati setelah dirinya dimakan seekor Skullcrawler yang hendak berburu.
  • Victor Nieves mati dimakan juga oleh Skullcrawler.
  • Preston Packard mati dibunuh oleh Kong setelah mencoba untuk menjebaknya.
  • Hanya tujuh orang yang selamat di akhir film. Mereka adalah Conrad, Weaver, San Lin, Brooks, Hank Marlow dan dua orang tentara, Reg Slivko dan Glenn Mills.
  • Kong tidak jadi mati.
  • Setting film pertama berada di tahun 1944 di mana masih terjadi perang dunia ke-II, serta di tahun 1973 ketika ekspedisi ke Skull Island dimulai.
credit by Google

Grade :
Outstanding - Exceeds Expectations - Acceptable - Poor - Dreadful - Troll

Kong: Skull Island membawa kembali angin segar dalam melihat genre film bertemakan monster. Dari keseluruhan film, penonton dapat merasakan pesona ketika melihat Kong dan banyak-kehidupan-besar lain dari layar lebar. Plotnya bersatu dengan elemen pemenuhan kejutan di banyak adegan, membuat penggemar berat franchise King Kong dijamin terpuaskan akan hal ini. Tentunya kita semua.
Filmnya sukses membangun kata perang menjadi mood mendasar bagi jalan cerita ilmuwan menemukkan hal diluar dugaan. Bahkan di adegan lain Skull Island terlihat sangat enak dipandang, adegan battle melawan Kong yang bukannya membuat kita mengerutkan dahi malahan terkagum-kagum. Musik-musik pengiring yang juga enak didengar menambah nilai keasyikan adegan. Sementara itu karakter dari Samuel L. Jakson aka Preston Packard terlihat terlalu menyakinkan sehingga kita pun dapat dibuat tertipu akal muslihatnya, pada awalnya.
Masalah lain dari Kong hanyalah jalan cerita yang biasa. Jagoan utama dibantu orang lain melawan musuh besarnya. Seharusnya sang sutradara menambahkan kesan di luar dugaan lain, dengan Kong yang mati setelah melawan Skullcrawler, atau Skull Island yang kini tidak lagi eksklusif. Menambahkan lebih dari sisi romantis yang sudah direkatkan pada hubungan Mason Weaver dan Kong.
Post-credits scene Kong: Skull Island membawa kita melihat perdebatan antara James Conrad yang akan menutupi rahasia Kong dan Mason Weaver yang ingin membocorkan rahasia ke tangan Uni Soviet. Mendadak Brooks dan San Lin masuk ke ruang penahanan, membeberkan data-data lama Monarch bahwa Kong bukanlah satu-satunya raja di Bumi melainkan terdapat mahkluk-makhluk besar lain, Godzilla, King Ghidorah, Rodan dan Mothra. Fyi, Kong akan melawan Godzilla dalam film King Kong vs Godzilla tahun 2020 nanti.

credit by Google


Next :  Beauty and The Beast

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

time flight