Hype bagus masa kecil dan promosi yang berlebihan. Film Star Wars: The Force Awakens jika diulik memang berhasil mengembalikan memori ke masa 90an dimana gue masih ingusan pada waktu itu. Gue ingat sekali, dahulu kala Chiki sebagai produk makanan ringan yang harganya lumayan mahal memberikan hadiah tentang Star Wars berupa klise foto berisikan gambar-gambar buram. Jadi ceritanya klise-klise itu akan lebih indah dilihat jika dimasukkan ke dalam teropong dari kertas. Pekerjaan rumah bagi kita adalah membeli teropong tersebut yang memang dijual terpisah! Gue yang tidak pernah memiliki teropongnya pun hanya bisa merenung dan terkucil dari pergaulan..
Hype Star Wars telah dimulai kurang lebih setahun yang lalu di semua platform sosial media. Promosi filmnya pun dapat dikatakan sangatlah seru, namun juga menjurus ke arah berlebihan. Semacam spoiler alert, Lego secara blak-blakan menjual action figure beberapa karakter dengan sangat terinci. Begitu pula di sebuah kota yang pernah gue baca, mereka telah melakukan hitung mundur menuju hari perdana pemutaran The Force Awakens. Sebenarnya sah-sah saja melakukan promosi marketing seperti model di atas, akan tetapi sangat disayangkan saja jika ekspektasi akan melukai realita. Berharaplah semoga saja filmnya memang akan dapat mengobati kerinduan para fans terdahulunya.
(mengandung spoiler)
(mengandung spoiler)

